Minggu, 05 Juli 2015

Cerpen: Hubungan Kau dan Aku

Haiiiii..... ketemu lagi nih. Maaf banget jarang update dikarenakan kondisi tubuh lagi menurun :D

Oh iya hari ini bulan Ramadhan ya, bulan yang penuh ampunan. Aku mau minta maaf nih kalo selama nge post ada kata-kata yang kurang ngenakin atau kurang sopan atau apalah. Pokoknya mohon maaf lahir batin :D

Masih kuat kan puasanya. Jomblo bertahun-tahun aja kuat,masa puasa sebulan ngeluh :v wkwkwk. Udah bolong berapa puasanya? Kalo aku baru bolong 4 hari :( Biasa lah cewek :v

Oh iya aku mau nge share cerpen buatan aku sendiri nih. Alhamdulillah selesai :D Soalnya tiap bikin cerpen setengah jalan langsung berhenti. Terus malah ganti judul. Cerpen yang lama dilupakan wkwk. Aku orangnya moody banget soalnya. Ya gitu lah.

Ini aku buat bersambung aja kali ya. 10 halaman soalnya wkwkwk. Ini cerpen nyeeeessss banget di hati :'v (menurut aku sih)\

Oke langsung aja kali ya
*Check it out*

Hubungan Kau dan Aku

Aku mempunyai seorang sahabat. Dia bernama Ray. Kita berteman sejak kecil dan kebetulan juga rumah kita bersebalahan, sehingga selalu berangkat bersama ke sekolah. Kita ke sekolah menggunakan motornya  Ray. Setiap akan pergi ke sekolah, Ray selalu menjemputku dan aku menunggunya di teras rumah. Karena kita selalu bersama, teman-teman selalu mengira bahwa kita berpacaran. Padahal kita hanya sebatas sahabat. Mereka selalu berkata bahwa aku dan Ray adalah pasangan yang cocok. Tetapi, aku tak menghiraukan perkataan mereka. Aku tak memperdulikannya. Bagaimanapun juga aku dan Ray tetaplah sahabat.  
Aku dan Ray sudah 8 tahun bersama. Kita selalu melakukan sesuatu bersama. Bermain bersama, belajar bersama, tertawa bersama dan menangis bersama. Tak ada kata “Bosan” dalam pikiranku. Bagaimana bisa bosan terhadap sahabat sendiri. Bagiku, Ray adalah sahabat terbaik. Dia selalu ada saat suka maupun duka. Dia selalu menghiburku disaat aku sedih dengan tingkah konyolnya.
                                                              
                                                                 ***

Seperti biasa hari ini Ray menjemputku dan aku menunggu di teras rumah. Tetapi hari ini dia  menggunakan sepeda, karena motornya sedang berada di bengkel.
“Sorry, hari ini pake sepeda dulu ya. Motor gue lagi sakit. Lagi di bengkel sekarang.” katanya
“Yaudah ngga papa. Get well soon ya buat motor lo. Haha.” kataku sambil tertawa kecil.
Kita pun berangkat menuju sekolah. Aku dan Ray kini telah duduk di kelas 2. Saat kelas 1, kita satu kelas. Tetapi, kelas 2 ini kita berbeda kelas karena kelas diacak. Kita bersekolah di  SMA N 2 Sragen. Sekolah favorit di kotaku yang tak begitu besar seperti Jakarta.

Kita tiba di sekolah. Sesampai di sekolah, Ray memakirkan sepedanya di tempat parkir. Aku turun dari boncengan sepeda. Lalu kita berjalan menuju ruang kelas. Sesampainya di kelas, bel masuk berbunyi. 5 menit kemudian bu Guru pun datang.
“Selamat Pagi, anak-anak.” Sapa bu Guru.
“Pagi, Bu.” Jawab murid-murid serempak.

Hari ini pelajarannya adalah Matematika. Mata pelajaran yang begitu menyebalkan. Entah kenapa Matematika tak sebegitu menyenangkan seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Olahraga. Mereka yang membuat persoalan, kita yang harus menjawab. Apalagi jika guru yang mengajar mood breaker abis. Tapi untungnya guruku ini mood bosster, jadi lumayan lah semangat sedikit walau pelajaran yang membuat mood so bad banget.

***
*Teet.. Teet.. Teet..*
Bel pulang berbunyi, aku memasukkan buku yang berada di meja ke dalam tasku. Lalu aku menggendongnya kemudian berjalan keluar kelas. Ray masih berada di kelas. Dia masih mengobrol dengan temannya. Aku pun duduk di tangga dekat kelas. Lalu, aku mengeluarkan Ipodku dan menyetelnya kemudian mendengarkannya.
Beberapa menit kemudian, Ray datang meghampiriku. Lalu dia duduk di dekatku.
“Ciee sendirian aja neng. Nungguin siapa sih?” ledek Ray.
“Udah selesai ngobrolnya? Di tungguin dari tadi ngga nyadar nyadar.” kataku sambil    memasang muka bete.
“Oh nungguin gue ya. Haha, ya maaf. Tadi itu kita lagi bahas kapan latihan band lagi. Kan akhir-akhir ini udah jarang latihan. Apalagi September depan sekolah kita Ulang Tahun kan. Kalo ngga dari sekarang latihannya ntar bakal kaget.”katanya menjelaskan.
“Oh gitu. Kenapa band kalian ngga tampil aja dulu sih. Ya itung-itung buat pertama kalinya kalian tampil di luar biar ngga nervous di depan umum.”kataku menyarankan.
“Udah kok. Udah kita rencanain itu. Rencana sih hari Minggu, pas Car Free Day.”
“Wah, bagus tuh. Pasti bakal banyak yang nonton.”kataku senang.
“Ntar lo nonton ya.” katanya sambil tersenyum
“Apa sih yang ngga buat sahabat gue.”kataku membalas senyuman.
“Yaudah pulang yuk!” katanya sambil berdiri.
“Yuk.”kataku sambil berdiri juga.

***
Hingga hari berganti dan berganti. Dari waktu ke waktu rasa SUKA itu pun muncul. Entah bagaimana rasa suka itu tiba-tiba muncul. Rasa suka terhadap sahabat sendiri. Aku tak mengerti apakah rasa suka ku ini hanya sementara, hanya sekedar suka atau mungkin suka yang akan menuju sayang kemudian cinta. Entahlah, aku tak tau. Aku memutuskan untuk memendam perasaan ini, karena mungkin rasa ini hanya sebatas angin yang lewat saja.
Satu bulan telah terlewati. Aku masih memendam perasaan ini. Aku tak tau harus bagaimana. Aku ingin mengungkapan perasaan ini, tapi aku takut jika Ray tak akan mau bersahabat denganku lagi. Aku tidur terlentang di taman rumah sambil melamun dan menatap ke langit yang bertaburkan bintang.
“Dari sekian banyak bintang yang bersinar di langit malam. Saat ini kan kutunjuk satu bintang yang paling penting.” kataku dalam hati sambil tersenyum.
“Ah ngomong apa sih gue. Ngaco deh ah!.” kataku tersadar  dari lamunan sambil menepuk-nepuk jidat.
“DOOOR!!” kata Ray yang ternyata sedari tadi berada di belakangku sambil menepuk pundakku.
“Ih! Apaan sih! Nggangetin aja lo!.”kataku kesal sambil beranjak dari tidur terlentangku.
“Lagian sih, malem malem nglamun pake senyum segala lagi. Hayo mikirin siapa? Mikirin cowok ya? Jangan-jangan lo mikirin gue lagi. Hayo ngaku?” kata Ray kepo.
“Bawel lo ah! Siapa juga yang nglamun. Tadi lo bilang apa? Mikirin lo? Idih, pede amat lo!” kata ku menyangkal.
“Trus apa kalo nglamun sambil senyum kalo ngga mikirin cowok? Lebih tepatnya gue? Hahahah.” kata Ray yang mulai pede abis.
“Please, Ray! Pede lo jangan tinggi-tinggi banget. Ntar jatuh sakit loh.” kataku meledek.
“Serah deh. Eh gue mau cerita sama lo.” kata Ray
“Cerita soal apa?” tanyaku
“Gue sebenernya pengen cerita sama lo, tapi lupa mulu hehe. Sebenernya udah minggu lalu sih kejadiannya. Jadi tuh gini....hmmm...gimana ya ngomongnya?” kata Ray basa basi.
“Lo mau cerita apa sih Ray? Lo ngga tau gue udah pasang muka serius nih!” kataku sambil mengerutkan jidat.
“Hehe oke oke. Jadi minggu lalu band gue kan pentas pas cfd. Nah pas selesai tampil, ada seorang cewek yang minta tanda tangan plus minta foto sama gue. Trus minta nomor hp gue deh”
“Apaa? Seorang cewek? Minta foto sama tanda tangan dan nomor hp?” kataku dalam hati. Mendengar cerita dari Ray tadi membuat hatiku sedikit sesak. “Ah paling cuma ngefans.” kataku dalam hati lagi.
“Trus kita kenalan. Nama cewek itu Gaby. Nama lengkapnya tuh Gabriela Margareth Warouw. Trus kita contact an gitu deh. Dia tuh cantik banget, Tik. Dia tinggi, rambutnya panjang. Senyumnya tuh manis banget. Trus pas dia ketawa tuh cantiknya maksimal abis.”kata Ray sambil membayangkan dengan tersenyum.
“Apa? Jadi Ray suka sama cewek itu. Secantik apa sih dia?” kataku dalam hati lagi.
“Ntar gue kenalin deh sama dia.”lanjut Ray
“Secantik apa sih dia? Cantikan mana sama gue?” tanyaku penasaran.
“Lo sama dia? Ya cantikan dia lah. Dia tinggi, putih, rambutnya panjang, senyumnya manis.”
“Lo pulang gih! Udah malem. Gue masuk dulu. Bye.”kataku sambil beranjak dari dudukku.
“Yah gue belom selesai cerita ini.”kata Ray.

Aku berjalan menuju pintu rumah dan tak memperdulikan Ray berbicara. Lalu aku masuk ke kamar. Aku melihat Ray yang mulai berdiri dari jendela kamarku. Dia masuk ke rumahnya. Lalu aku menutup korden jendela. 
Gaby? Siapa  dia sebenarnya? Secantik apa dia? Perkataan Ray tadi membuat hati ini sesak. Rasa cemburu itu datang ketika Ray memuji dirinya cantik.
“Ahsudahlah. Siapa aku ini?” kataku di dalam hati



*to be continued*


Oke sampe disini dulu cerpennya. Kalo kepanjangan yang ada pada males baca ye kan :v

Oh iya sekalian promosi nih :v follow my TWITTER ya @atika_rahardian and my INSTAGRAM @atikarahardian 



~See You Guys ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar